Fakta Menarik Gunung Emas Indonesia Dikuasai Freeport Part 1

Berbicara sumber daya alam di Tanah Air memang tak ada habisnya. Termasuk di sektor pertambangan yang salah satunya yakni emas.

Khusus emas, diketahui cadangan emas bahkan begitu besar dimana bisa untuk kebutuhan 268 tahun ke depan. Sungguh menakjubkan bukan sahabat Bonanza88.

Mengutip data dari USGS 2020 yang telah diolah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tercata bahwa Indonesia mempunyai 2.600 ton emas atau 5% dari total cadangan emas dunia sebesar 50.300  ton.

Ini artinya, Indonesia menjadi pemilik cadangan emas terbesar ke-5 di dunia, setelah negara Australia, Rusia, Amerika Serikat serta Afrika Selatan.

Melansir data Badan Geologi Kementerian ESDM, hingga akhir tahun 2019 saja, tercatat total sumber daya bijih emas Indonesia telah mencapai 14,96 miliar ton serta sumber daya logam emas sebesar 0,01 juta ton.

Lantas, dari daerah mana saja yang menyimpan ‘harta karun’ emas di Indonesia ?

Berdasarkan penelusuran Bonanza88, ternyata Nusa Tenggara tercatat sebagai daerah yang memiliki sumber daya bijih emas terbesar di Indonesia, yakni mencapai 5 miliar ton.

Namun disayangkan, sumber daya bijih emas tersebut belum dieksplorasi dengan optimal oleh pemerintah dimana jumlah cadangan bijih emas cuma sebesar 506,9 juta ton.

Di posisi kedua ditempati oleh Papua. Meski Papua mempunyai sumber daya bijih emas lebih rendang ketimbang  Nusa Tenggara sebesar 3,20 miliar ton, namun di sisi cadangan bijih emas jauh lebih tinggi yakni 1,87 miliar ton.

Namun sangat disayangkan, eksplorasi sumber bijih emas di Papua malah ‘dikuasai’ oleh perusahaan tambang asing PT Freeport.

Yups, PT Freeport telah memegang kendali dalam mengelola tambang di tanah Papua, yang mana telah terafiliasi dengan Freeport McMoran. 

‘Cerita lama’ yang tak habis diperbincangan yakni soal pembagian persen Freeport dalam menangani kekayaan di Indonesia yang hingga kini terus menjadi rebutan.

Nah, untuk membahas lebih lanjut fakta-fakta menarik PT Freeport yang menguasai harta karun emas di Indonesia berikut ulasannya.

  1. Freeport Menjadi Perusahaan Tambang Terbesar Dunia

Freeport Mcmoran merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia yang berasal dari Amerika Serikat. Perusahaan tambang ini mempunyai jajaran anak perusahaan termasuk di Tanah Air yakni PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia berdiri sejak April 1967. Di mana perusahaan ini sudah mulai mengelola ‘harta karun’ emas Indonesia di Mimika Papua. 

Diketahui, Freeport Indonesia menjadi bagian dari BUMN sektor pertambangan yaitu Mining Industry Indonesia yang mana sahamnya dimiliki PT Indonesia Asahan aluminium atau Inalum serta Freeport-McMoran.

  1. Luas Areal Tambang Freeport

Rupanya, Freeport Mcmoran mempunyai sejumlah tambang lainnya selain di Indonesia. Namun, khusus di Papua, tambang tersebut dikenal publik dengan nama tambang Grasberg.

Di mana. tambang moderen dengan sebuah sistem kontrol satu titik ini dapat mengawasi areal tambang yang memiliki luas 10.000 hektare dengan wilayah pendukung 202 ribu hectare.

Ini sudah termasuk dengan Pelabuhan Amamapare di hilir Timika. Para pekerjanya pun telah mencapai sebanyak 12.000 orang.

  1. Tak Diolah di Indonesia

Tercatat sudah selama 55 tahun pihak Freeport telah mengeruk harta karun emas serta mineral lain dari dalam perut bumi Papua. Namun rupanya, hasil tambang tersebut tak diolah di Indonesia.

Ya pihak Freeport cukup cerdik dengan melakukan ekspor ke dalam bentuk konsentrat. Ini dilakukan untuk menyiasati penerimaan pajak negara lebih minim ketimbang harus mengolahnya di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia yang mempunyai banyak sumber daya alam nyatamya tak sebanding dengan hasil dari kepemilikan yang diperoleh negera sehingga Indonesia tidak terlalu diuntungkan dalam kondisi seperti ini.

Oleh karena itu, untuk mengakali penerimaan pajak yang memang seharusnya masuk ke negara, maka pemerintah melarang eksport berbagai mineral mentah.

Ini dilakukan dengan dibuatnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara.

Di mana, undang-undang ini mewajibkan perusahaan tambang dari luar manapun harus membangun sebuah smelter yakni pengolahan bahan mentah tambang menjadi bahan jadi.


Posted

in

by

Tags: